catatn harian

Manajemen Proyek (1)

Bentuk Organisasi Proyek
1. Organisasi Fungsional

Organisasi fungsional “menempel” pada organisasi induk, tidak ada struktur baru maupun personal baru.
Keuntungan :
– Menyederhanakan kondisi
– Sumberdaya manusia sedikit, bisa rangkap pekerjaan
– Memberikan keluwesan dalam penentuan SDM

Kerugian:
– Pimpinan organisasi mempunyai pengaruh yang besar
– Bertanggungjawab pada pimpinan organisasi
– Terjadi pertentangan dalam menentukan prioritas kegiatan

2. Organisasi matriks

Pada organisasi matriks, sumberdaya diambil dari beberapa bagian pada organisasi induk dan dipimpin oleh koordinator yang bertanggungjawab pada pimpinan organisasi induk. Semi menempel pada organisasi induk

Keuntungan:
– koordinasi lebih baik
– output jelas
– prioritas proyek dapat di seimbangkan dengan organisasi induk

Kerugian:
– Sumberdaya manusia pada proyek seolah mempunyai pimpinan dua – wewenang pimpinan proyek lebih kecil dari pada tanggungjawabnya – Sumberdaya pokok sering tidak mencukupi

3. Organisasi khusus Proyek

Organiasi dibentuk untuk menangani proyek. Sumberdaya manusia bukan merupakan anggota dari organisasi induk. Terpisah secara jelas dari organisasi induk.

Keuntungan:
– Output tunggal, menjadi perhatian proyek
– Wewenang pengambilan keputusan jelas
– perselisihan penggunaan sumberdaya manusia kecil

Kerugian:
– fasilitas rangkap
– sumberdaya yang tidak berdaya guna
– organisasi baru, menambah cost
– proyek bersifat sementara, membuat resah sdm

Bentuk organisasi yang cocok

Standar
catatn harian

Jadwal Ujian Semester Ganjil 2011/2012

  • 16 Januari 2012; ADPR
  • 17 Januari 2012; Teknik Instrumentasi Kendali
  • 19 Januari 2012; Matermatika Teknik; Teknik Antarmuka
  • 20 Januari 2012; Uji Tak Rusak
  • 25 Januari 2012; Elektronika Digital; Praktikum Uji Tak Rusak
  • 26 Januari 2012; PLTN dan Pembangkit Konvensional
  • 27 Januari 2012; PKR
  • 31 Januari 2012; Praktikum Teknik Instrumentasi Kendali
  • 1 Februari 2012; Praktikum Teknik Antarmuka
Standar
Kabar

PENGADAAN CPNS LIPI 2010

LIPI mengundang insan-insan muda Indonesia untuk bergabung membangun bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi

Melanjutkan Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil – CPNS di lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia – LIPI sejak tahun 2005, pada tahun anggaran 2010 ini LIPI kembali membuka kesempatan kepada insan-insan muda Indonesia untuk berkiprah sebagai peneliti dan tenaga pendukungnya di berbagai satuan kerja LIPI.

LIPI adalah lembaga ilmu pengetahuan milik negara yang mendapatkan otoritas tertinggi untuk melakukan kajian dan penelitian ilmiah di Indonesia. Untuk itu LIPI menanungi 47 satuan kerja dengan kompetensi kajian ilmiah atau sebagai pendukung kegiatan ilmiah yang spesifik untuk masing-masing satuan kerja.

Dengan visi Terwujudnya kehidupan bangsa yang adil, cerdas, kreatif, integratif dan dinamis yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang humanistik, LIPI merupakan satu-satunya lembaga penelitian yang meliputi seluruh disiplin ilmu. Dengan karakteristiknya sebagai lembaga multi disiplin, LIPI mengemban misi :

  1. Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi agar menjadi penggerak utama dan acuan dalam meningkatkan kemajuan dan persatuan bangsa, memperkuat daya saing masyarakat.
  2. Ikut serta dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pembangunan berkelanjutan yang berwajah kemanusiaan.
  3. Memperkuat landasan etika keilmuan.

Bagi insan-insan muda terbaik Indonesia yang tertarik untuk bersama-sama Membangun Indonesia dengan riset ilmiah di masa depan, sekali lagi kami undang untuk bergabung bersama LIPI.

Registrasi lamaran dibuka pada tanggal 1 Oktober 2010 (pk. 21:00 WIB) s/d 15 Oktober 2009 (pk 24:00 WIB).

Untuk informasi lebih detail mengenai registrasi lamaran dan seluruh proses penerimaan, silahkan mengakses Sistem Informasi Penerimaan CPNS (SIPC) LIPI di :

Tertanda,
Panitia Pengadaan CPNS LIPI 2010

Standar
catatn harian

Menertibkan Aset Negara

Hari ini aku ke KPKNL Purwokerto mengikuti sosialisasi tentang penertiban Aset Negara. Dari paparan di sana saya tahu bahwasanya aset negara yang dikelola oleh satuan kerja di masih masing kementerian atau lembaga itu sangat banyak, sehingga penertiban aset itu sendiri berjalan cukup lambat. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor dominan diantaranya adalah:

  • Kurang tertib administrasi
  • Kurang memahami peraturan
  • Kemampuan SDM kurang

Ini terjadi tidak hanya pada beberapa satuan kerja, namun hampir menyeluruh di semua satuan kerja baik pusat maupun yang ada di daerah. Walaupun saat ini sudah menggunakan aplikasi manajemen aset, tetap membutuhkan SDM yang mumpuni dan konsisten.
Dengan adanya penertiban aset negara, maka efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran akan bisa ditingkatkan. Mengapa demikian, karena dengan manajemen aset yang baik maka pembelian, pemanfaatan, pengamanan dan penghapusan dilakukan dengan lebih profesional dan proporsional.
Kedepan, dengan terintegrasinya sistem penggangaran, sistem akuntansi instansi dan manajemen aset, kontrol terhadap anggaran negara akan sangat mudah, baik oleh lembaga pemeriksa maupun oleh masayrakat.

03 agustus 2009

Standar